|

F-PDIP DPRD Medan: Tetap Fokus Dalam Penanganan Covid-19

 

Medan -  Meskipun angka penyebaran Covid-19 di Kota Medan terus menurun dan membuat status level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Medan jadi ikut menurun, namun Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengaku tidak mau lengah dan tetap berfokus pada penanganan Covid-19.

Sebagai salah satu contoh, Wali Kota Medan Bobby Nasution berkomitmen untuk tidak akan menutup salah satu dari dua lokasi Isolasi Terpusat (Isoter) Covid-19 di Kota Medan, yakni Gedung P4TK dan Eks Hotel Soechi. Meskipun saat ini, pasien dengan kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) hingga bergejala ringan di dua lokasi Isoter milik Pemko Medan tersebut sangat minim.

Bahkan ditegaskan, Pemko Medan tidak akan menutup Gedung P4TK dan Eks Hotel Soechi sebagai Lokasi Isoter milik Pemko Medan sebelum Pandemi Covid-19 berakhir dan berubah menjadi Endemik.

Atas keputusan itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Medan, Robi Barus kepada wartawan, pun memberikan dukungan penuh. Menurut Fraksi PDIP, apa yang diputuskan Wali Kota Medan Bobby Nasution tersebut adalah langkah sangat tepat dan layak untuk diapresiasi semua pihak.

“Meskipun kedua lokasi Isoter sangat sedikit pasiennya bahkan ada yang kosong, tapi Wali Kota Medan tak mau menutup salah satu dari dua lokasi Isoter milik Pemko Medan sebelum pandemi berakhir dan berubah menjadi endemik. Nah, keputusan itu adalah sangat tepat dan bijaksana,” ucap Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan, hari ini.

Dengan sepinya pasien, kata Robi, Wali Kota Medan Bobby Nasution bisa saja menutup salah satu dari dua lokasi Isoter tersebut, khususnya Eks Hotel Soechi yang telah habis masa Build Operate Transfer (BOT) nya pada tahun lalu.

“Logikanya bisa saja Wali Kota Medan menutup Hotel Soechi sebagai lokasi isoter, toh kita punya satu lokasi isoter lagi, yaitu Gedung P4TK di Medan Helvetia. Lalu Hotel Soechi disewakan seperti Medan Mal, uang sewanya bisa jadi PAD bagi Kota Medan. Tapi Wali Kota tidak menutupnya, tidak menyewakannya seperti Medan Mal. Maka jelas, itu bukti Wali Kota Medan lebih mementingkan penanganan Covid-19 dan keselamatan masyarakat dari pada PAD semata. Bukan berarti PAD tidak penting, tapi keselamatan masyarakat jauh lebih penting,” ujarnya.

Sebelumnya, politikus dari PDI Perjuangan itu mengimbau, seluruh masyarakat Kota Medan agar terus memperkuat penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) di tengah-tengah masyarakat. Disamping itu, 5M yakni Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi dari Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas di luar rumah jika tidak terlalu penting. Kemudian, 3T yaitu terdiri dari tiga kata yakni pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment).

“Penerapan itu sangat ampuh untuk penanganan Covid-19. Selain itu, sangat baik dalam memutus penyebaran virus corona di tengah-tengah masyarakat,” ujar Robi.(Roy)

Komentar

Berita Terkini